Dinilai Keputusan Terbaik, Manchester United Siapkan Dana Besar Untuk Dapatkan Declan Rice Di Bursa Transfer Januari 2020

Dinilai Keputusan Terbaik, Manchester United Siapkan Dana Besar Untuk Dapatkan Declan Rice Di Bursa Transfer Januari 2020

Berita terbaru datang dari Manchester United yang dikabarkan sedang menyiapkan tawaran besar untuk mendatangkan pemain muda yang baru berusia 20 tahun, Declan Rice pada bursa transfer yang akan di mulai pada bulan Januari 2020 mendatang. MU masih dengan keyakinannya bisa mendapatkan gelandang West Ham itu.

Sebelumnya memang sudah di beritakan jika MU sudah mengamati situasi Rice pada musim panas ini, tapi sempat pada akhirnya memutuskan untuk tidak mengajukan tawaran. Karena mereka sudah cukup sibuk dengan mendatangkan tiga pemain seperti Daniel James, Harry Maguire, dan Aaron Wan-Bissaka.

Namun kini, kelabilan melanda sikap MU karena dikabarkan berubah keputusan. Melihat kondisi skuad pelatih berusia 46 tahun, Ole Gunnar Solskjaer yang sekarang, pemain seperti Rice terlihat memang jelas sangat dibutuhkan. Sebab itu, pihak klub akhirnya memutuskan memburu Rice musim dingin nanti. Belum terlambat bagi MU jika melakukan tindakan yang cepat sebelum terlambat.

Ada pun alasan lain selain di butuhkan. Simak berikut ini lebih lengkapnya mengapa demikian bisa terjadi.

Prospek Terbaik

Mengutip Daily Mail, Rice kini dirinya dianggap sebagai salah satu pemain muda terbaik Inggris. Performanya pun terus menanjak bersama West Ham, yang kemudian berlanjut ke Timnas Inggris. Sesuai pemain berkebangsaan Irlandia ini pastinya akan dibutuhkan MU.

Keberhasilannya akan performa yang apik itu pastinya berdampak pada kenaikan nilai jual Rice. Sebab itu, MU kabarnya ingin segera mengajukan tawaran untuk pemain yang mempunyai keunikan ditengah lapangan dan juga berwajah ganteng tersebut.

Rice dianggap sangat tepat untuk MU. Di usianya yang masih muda dan punya potensi luar biasa, benar-benar sesuai dengan kriteria sang pelatih MU, Solskjaer.

Namun sayangnya, Rice dikabarkan masih menjaga komitmen kepada West Ham. Dirinya ingin menghargai kontrak yang masih berjalan lima tahun lamanya yang baru dia teken akhir musim lalu.

Bursa Transfer

Semoga saja MU tidak labil ya, namun bagaimanapun jika MU mengejar Rice atau tidak, MU jelas bakal sibuk pada beberapa bursa transfer mendatang. Kabarnya, Setan Merah sudah mencapai kesepakatan verbal dengan Mario Mandzukic.

Striker memang salah satu pemain yang masih dibutuhkan Solskajer saat ini. Keputusan melepas dua pemain yang sudah berada didalam skuad MU, Romelu Lukaku dan Alexis Sanchez tanpa mendatangkan pengganti terbukti justru membuat tim kesulitan.

Untuk itu muncul rumor Solskjaer yang dikabarkan hanya ingin mendatangkan pemain muda, tapi situasi striker ini terbilang mendesak. Mandzuki dipandang sebagai alternatif terbaik.

Saat ini MU tersandung di peringkat ke-12 klasemen sementara Premier League. Solskjaer tahu skuadnya belum cukup kuat. Semoga saja keputusan akhirnya seperti apa itu yang terbaik untuk masa depan MU.

Sumber : Situs Judi Online Terbaik, http://celfceredigionart.org

Mau Tak Mau Harus Beradaptasi Dan Berharap Pada Para Pemain Manchester United, Dengan Keputusan Lapangan Yang Buruk

Mau Tak Mau Harus Beradaptasi Dan Berharap Pada Para Pemain Manchester United, Dengan Keputusan Lapangan Yang Buruk

Baru-baru ini berita datang dari Manchester United dimana klub dibawah arahan pelatih berusia 46 tahun, harus beradaptasi dengan lapangan rumput sintetis kala menyambangi kandang AZ Alkmaar pada matchday 2 Grup L Liga Europa 2019/20, yang di laksanakan pada hari Kamis tanggal 3 Oktober 2019 malam hari WIB. Pelatih Ole Gunnar Solskjaer tahu jelas saja masalah ini bisa mengganggu performa timnya.

Lawatan ini menjadi tantangan tersendiri bagi MU karena suatu hal yang baru tentunya. AZ Alkmaar sementara menjadi tim nomaden karena stadion mereka sedang direnovasi. Atap stadion AFAS beberapa pekan lalu mengalami keruntuhan dan sedang dalam proses perbaikan. Untuk itu MU mau tidak mau harus bersabar dan harus menghadapi situasi yang berbeda sementara.

Untuk pertandingan kali ini, AZ Alkmaar bakal menjamu MU di Kyocera Stadium, The Hague, kandang asli milik tim Eredivisie lainnya, ADO Den Haag. Yang di laksanakan tepat pada hari Kamis.

Bisa dikatakan stadion ini disebut sebagai salah satu yang paling buruk karena menggunakan rumput sintetis. Akankah MU bisa melewati laga dengan hasil akhir yang bagus. Semoga saja hasilnya bisa memuaskan klub dan juga para fans. Simak berikut ini informasi lebih lengkapnya yuk.

Perlu Beradaptasi

Pada kenyatannya memang rumput sintetis berbahaya dan bisa membuat pemain rentan akan mengalami cedera. Ternyata ii bukanlah pertama kalinya MU, karena pernah menghadapi masalah ini musim lalu kala melawan Youg Boys di Liga Champions, Jose Mourinho selaku pelatih menyemprot UEFA karena keputusan yang berisiko para pemain kedepannya.

Solskjaer pelatih MU pastinya mengetahui akan risiko yang dihadapi timnya. Jika MU kurang beruntung alias ada kesalahn kecil yang tidak diinginkan bisa membuat pemainnya cedera parah. Sebab itu, dirinya juga hanya bisa berharap untuk para pemain-pemain MU bisa segera beradaptasi dengan cepat. Dan tidak lagi menjadi masalah yang terlalu berat untuk di hadapi para pemain.

“Ini pertandingan yang jauh berbeda [dari Young Boys] tetapi kami harus memulai sejak awal untuk siap menghadapi mereka. Mereka [AZ] terbiasa bermain di kondisi ini dan mereka bakal berbahaya sejak awal,” kata Solskjaer kepada Goal internasional.

“Kami bakal berlatih hari ini untuk mencoba beradaptasi dengan lapangan dan semoga setelah pertandingan kami tidak mengatakan kondisi ini sebagai dalih dan kami bisa meraih tiga poin.” ujarnya kembali.

Lapangan Terburuk

Solskjaer sendiri cukup berpengalaman dengan rumput sintetis berkat pengalamannya melatih di Norwegia waktu itu. Namun, kali ini adalah baru pertama kalinya dia melihat kondisi lapangan yang begitu buruk dan begitu terlihat mengkhawatirkan untuk para pemain Manchester United.

Pelatih yang sudah berusia 46 tahun ini tidak bisa menyembunyikan reaksi khawatirnya dan wajar saja perasaan tersebut ada. Solskjaer angkat bicara mengaku jika dirinya terkejut UEFA bisa mengizinkan AZ Alkmaar menggelar pertandingan di lapangan seperti itu. Lagi-lagi dirinya hanya bisa berharap semuanya yang terbaik agar tidak terjadi apa dengan para pemain.

“Saya terkejut mereka memilih bermain di lapangan ini. Ini merupakan salah satu lapangan terburuk yang pernah saya lihat setelah sekian lama,” tandas dia.

Soal Rumor Konflik Internal Barcelona, Lionel Messi Yakinkan Tidak Ada Masalah, Beginilah Tanggapannya

Soal Rumor Konflik Internal Barcelona, Lionel Messi Yakinkan Tidak Ada Masalah, Beginilah Tanggapannya

Mega bintang Barca Lionel Messi baru-baru ini membantah rumor tentang konflik internal yang terjadi dengan Barcelona di antara pemain dan pimpinan. Pria yang sudah mempunyai tiga orang anak ini menegaskan tidak ada masalah apa pun, Barca juga sudah mulai menunjukkan kualitas bangkitnya pada beberapa pertandingan terakhir.

Dan beberapa waktu lalu, pemain yang usianya sama dengan Messi, Gerard Pique melontarkan tudingan kontroversial tentang sikap pimpinan Barca yang sengaja menyalahkan para pemain terkait kesulitan di awal musim ini. Namun yang dilakukan pihak klub tetap diam, dan sang pelatih Ernesto Valverde membantah.

Tak hanya itu, pemain yang baru saja di datangkan, Antoine Griezmann juga mengaku tidak banyak berbicara dengan Messi. Sikap pendiam Messi yang di tunjukan menjadi alasan utama, padahal penyerang-penyerang Barca seharusnya mempunyai koneksi dengan menjalin komunikasi lebih baik.

Dan kini, Messi maju untuk angkat bicara dengan membantah rumor-rumor negatif tersebut. Simak berikut ini yuk Bolaneters.

Tak Ada Masalah

Bagi Messi sendiri, ruang ganti Barca tetap solid, menurut tanggapan pemain berusia 32 tahun tidak perlu ada yang dibahas karena tidak ada masalah apa pun. Memang benar Barca belum melaju kencang musim ini, tapi setidaknya mereka sudah kembali ke jalur yang tepat.

Pada laga pertandingan yang di laksanakan pada hari kamis tanggal 3 Oktober 2019 WIB, Barcelona berhasil mengalahkan Inter Milan walaupun dengan perolehan skor tipis yaitu 2-1 pada matchday 2 Grup F Liga Champions 2019/20. Namun kemenangan itu begitu penting dan membanggakan bagi persatuan skuad.

“Jelas kami tidak punya masalah apa pun. Ada hubungan baik di antara para pemain di dalam ruang ganti,” tegas Messi kepada Marca.

“Kami tahu masa-masa ini bukan yang terbaik, tahu bahwa kami membutuhkan kemenangan ini untuk kembali ke jalur yang tepat supaya bisa terus melaju.” ujarnya kembali kepada agen judi online.

Terus Melaju

Bagi Messi sendiri, sekarang yang terpenting adalah menatap ke depan karena masih ada laga selanjutnya yang perlu di perjuangkan oleh Barca. Salah satu penyebab kesulitan Barca yang terjadi adalah pramusim yang berat, tapi sekarang mereka hanya ingin terus melaju. Ketika Barca fokus dan yakin bisa pasti hasilpun tidak akan mengkhianati hasil ya.

“Kami sudah memenangkan dua pertandingan penting dan semoga tetap seperti itu. Sulit memulai dengan baik tapi kami berharap terus berkembang,” lanjut Messi.

“Kami sudah berada di jalur yang tepat, kami tahu kami melewati momen-momen sulit,” tutupnya.

Tidak Kasih Kendor Lionel Messi Pastikan Barcelona Memang Harus Menang!

Tidak Kasih Kendor Lionel Messi Pastikan Barcelona Memang Harus Menang!

Pemain berusia 32 tahun, Lionel Messi baru saja memuji perjuangan Barcelona dimana saat kala mengalahkan Inter Milan dengan perolehan skor akhir 2-1 pada matchday 2 Grup F Liga Champions 2019/20, yang di laksanakan pada hari Kamis tanggal 3 Oktober 2019 WIB. Dirinya pribadi tahu kemenangan itu tidak datang dengan mudah diperlukan usaha yang tidak semudah membalikkan telapak tanggan.

Laga yang sudah berlangsung ini menandai kembalinya Messi ke dalam starting line-up Barcelona usai menepi beberapa pekan karena cedera yang di alaminya. Messi cedera sejak paruh musim, pulih selama sembilan hari, dan melewati proses yang tidak mudah usia dihantam cedera lainnya yang ia alami sebelum kembali bermain hari ini.

Hadirnya Messi jelas sangat membantu Barca dan di harapkan oleh banyak fans. Diriinya mampu menciptakan lebih banyak peluang dari pemain mana pun di lapangan dan hal tersebut sudah jelas diketahui. Messi memang tidak mencetak gol, tapi perannya sangat penting.

Dia pribadi pun mengakui kemenangan ini krusial. Yuk simak berikut ini informasi lebih jelasnya.

Harus Menang

Kemenangan ini penting tidak hanya karena kualitas lawan, tapi juga keberhasilan ini merupakan yang pertama untuk Barcelona di Liga Champions musim ini. Mereka tercatat hanya mampu bermain imbang dengan perolehan skor 0-0 dengan Borussia Dortmund pada matchday 1, Barca pun tahu harus bangkit dan tidak bisa tinggal diam begitu saja karena semakin ketatnya persaingan kedepannya dan Barca membuktikan saat hari Kamis itu.

“Kami memang harus menang karena ini merupakan grup yang sulit. Kami hanya bermain imbang pada pertandingan pertama dan menang di kandang sangatlah penting untuk terus melaju,” buka Messi kepada Marca.

“Pertandingan ini sulit sebab mereka merupakan tim hebat, khususnya di babak pertama. Namun, setelah jeda, kami menekan lebih baik, bermai lebih rapi, lebih rapat.” ujarnya kembali.

“Dan dengan kepala dingin kami mulai bisa mengontrol pertandingan dan menciptakan banyak peluang,” lanjutnya.

Terus Berusaha

Jujur Barca mengalami kesulitan karena pertahanan Inter yang kukuh, khas tim Italia. Pasukan Antonio Conte selaku pelatih itu terlihat begitu antusiasnya ditengah lapangan dan bermain begitu rapih dengan pertahanan berlapis yang menutup setiap ruang kosong di lapangan. Hasil akhir usaha dari Barca tidaklah sia-sia walaupun dengan skor tipis tapi melewati proses yang tidaklah mudah.

“Kemenangan ini sulit karena Inter menempatkan banyak pemain bertahan, tapi kami terus mencoba dan untungnya gol-gol serta kemenangan itu tiba,” tutup Messi.

Selain kemenangan yang berhasil di peroleh, kembalinya sang bintang Lionel Messi jelas menjadi kabar baik untuk Barcelona. Namun permainan Barca belum benar-benar maksimal sejauh ini karena terkendala absennya sang megabintang butuh penyesuaian lebih lagi untuk Messi berada di tengah lapangan, semoga saja Messi terus memberikan hasil yang membanggakan ya.

Man of the Match Barcelona vs Inter Milan: Luis Suarez

Man of the Match Barcelona vs Inter Milan: Luis Suarez

Baru-baru ini Barcelona berhasil menuai kemenangan dalam laga pekan kedua fase grup Liga Champions 2019/20. Bertemu Inter Milan pada hari kamis tanggal 3 Oktober 2019 di hadapan fans setianya yang memadati Camp Nou, klub besutan Ernesto Valverde tersebut menang dengan skor tipis 2-1.

Raksasa Spanyol itu meraih kemenangan dengan cara yang tidak di duga-duga. Awalnya, mereka sempat diragukan bisa menang karena Inter tampil dominan pada babak pertama dan itu di nilai oleh banyak orang, plus sudah mengantongi satu gol berkat aksi pemain muda berusia 22 tahun. Lautaro Martinez di menit ketiga.

Namun Barcelona tidak menyerah begitu saja, karena usai jeda, mereka bangkit dan berhasil menyamakan kedudukan pada menit ke-58 melalui tembakan keras pemain berusia 32 tahun, Luis Suarez dari luar kotak penalti. Sampai akhirnya Barcelona berhasil unggul menjelang pertandingan berakhir berkat gol kedua yang lagi-lagi di berikan dari Luis Suarez.

Sampai akhirnya kemenangan tersebut membuat Barcelona kini menempati peringkat kedua Grup F dengan koleksi sebanyak empat poin. Lalu sementara untuk Inter Milan harus menerima nasib menjadi juru kunci dengan raihan satu poin saja.

Suarez Jadi Man of the Match

Karena prestasi yang akhirnya pria berkebangsaan Uruguay raih, dirinya berhasil menjadi penyelamat kemenangan Barcelona, Luis Suarez pun dinobatkan sebagai man of the match dari laga kali ini. Situs statisitik terkemuka, Whoscored, memberikan penilaian 8.7 untuk penyerang yang sudah mempunyai pasangan ini.

Di sepanjang permainan, Suarez tercatat berhasil menciptakan tiga tembakan yang berhasil menemui sasaran. Dua di antaranya, seperti yang diketahui, menjadi gol Barcelona.

Suarez juga melepaskan 32 operan dengan presentase keberhasilan mencapai 87 persen. Selain itu, ia juga melakukan satu kali dribbling yang berhasil.

Dikalahkan Barcelona, Pelatih Inter Milan Tidak Terima Dan Singgung Kinerja Wasit Yang Gampang Terpengaruh

Dikalahkan Barcelona, Pelatih Inter Milan Tidak Terima Dan Singgung Kinerja Wasit Yang Gampang Terpengaruh

Sang pelatih yang sudah berusia 50 tahun, Antonio Conte ini merasa bahwa timnya, Inter Milan, tak pantas menelan kekalahan saat bertemu Barcelona di laga pekan kedua Liga Champions, yang dilaksanakan pada hari Kamis tanggal 3 Oktober 2019 sang pelatih tidak bisa menerima jika klub berakhir dengan kekalahan. Mantan pelatih Chelsea itupun menyoroti kinerja pemimpin pertandingan.

Pada pertandingan yang berlangsung di Camp Nou, tepatnya kemarin hari berlangsung. Inter sempat berada dalam posisi unggul lebih dulu melalui aksi pemainnya Lautaro Martinez. Gol tersebut lahir saat pertandingan baru berjalan selama tiga menit saja. Suatu skor yang sangat cantik dengan waktu yang baru saja di mulai.

Peluang demi peluang mereka ciptakan hingga babak pertama usai, namun tak ada yang berhasil menjadi gol. Kurangnya ketajaman lini depan Nerazzurri ternyata berimbas buruk pada babak kedua.

Dimana pemain Barcelona Luis Suarez menjadi momok gawang Inter yang dikawal oleh Samir Handanovic. Pemain berkebangsaan Uruguay berusia 32 tahun tersebut berhasil menyarangkan sebanyak dua gol hingga membuat Barcelona sukses membalikkan kedudukan menjadi 2-1. Angka skor yang tidak lah mudah di peroleh dan luis Suarez berhasil dengan kerja kerasnya mengejar skor yang sudah di capai Inter Milan.

Conte Soroti Kinerja Wasit

Conte dilanda kecewa dan juga tidak terima kekalahan saat melihat hasil tersebut. Ia percaya bahwa Inter seharusnya tidak menelan kekalahan. Saat bertemu awak media usai pertandingan, pria yang sudah mempunyai umur 50 tahun tersebut menyoroti kinerja wasit yang dirasanya sedikit berat sebelah.

“Mengatakan ini rasanya menyakitkan, namun saya melihat beberapa insiden yang diarahkan ke jalur tertentu,” ujar Conte kepada Sky Sport Italia.

“Ada banyak hal yang saya tidak sukai soal kepemimpinan wasit, sejak awal pertandingan. Saya bahkan tak ingin membicarakan itu, namun kami mendapatkan sensasi yang tidak bisa saya hargai dari bangku cadangan,” lanjutnya.

“Mereka berkata hormatilah wasit, jadi saya berkata kepada mereka bahwa itu harus bersifat timbal balik, bahwa mereka harus memberikan rasa hormat kepada tim yang datang untuk bermain,” tambahnya.

Wasit Tak Boleh Terpengaruh

Dalam pandangan Conte, wasit mendapatkan pengaruh dari atmosfer yang terbentuk di Camp Nou. Ia menyayangkan hal tersebut mengingat pemimpin pertandingan kali ini, wasit yang berusia 43 tahun, Damir Skomina, adalah sosok dengan segudang pengalaman. Namun kabar yang berhembus untuk dirinya kini justru tidak mampu menahan diri.

“Dia adalah wasit internasional, yang memiliki banyak pengalaman saat memimpin final Liga Champions terakhir, jadi ini bukanlah seseorang yang seharusnya bisa terpengaruh oleh atmosfer di Camp Nou,” tandasnya.

Sayangnya, Conte tak punya waktu banyak untuk meratapi kekalahan Inter kali ini. Sebab mereka harus berhadapan dengan klub raksasa lain, Juventus, di ajang Serie A akhir pekan nanti. Pertandingan tersebut digelar di markas kebanggaan Inter, Giuseppe Meazza. So kita tunggu saya ya siapa yang akan menang dalam pertandingan ini. Semoga saja Inter Milan bisa memberikan hasil yang memuaskan para fans.

Man of the Match Lille vs Chelsea: Willian

Man of the Match Lille vs Chelsea: Willian

Pemain yang sudah berusia 31 tahun, Willian berhasil terpilih menjadi man of the match alias pemain terbaik dalam laga matchday kedua fase grup Liga Champions 2019-20 antara Lille vs Chelsea, yang sudah berlangsung hari Kamis tanggal 3 Oktober 2019.

Setiap usaha memang tidak pernah mengkhianati hasil ya, Willian berhasil menjadi pahlawan kemenangan Chelsea berkat gol yang ia ciptakan pada babak kedua. Sebelumnya keunggulan Chelsea lewat Tammy Abraham sempat disamakan oleh Victor Osimhen. Walaupun skor yang di hasilkan tipis dengan hasil lawan namun satu skor saja buat Chelsea itu berarti.

Walaupun Hasil pertandingan ini tak membuat posisi kedua tim di tabel klasemen Grup H berubah. Chelsea masih duduk di posisi tiga dengan perolehan tiga poin, sedangkan Lille masih terbenam di posisi juru kunci.

Catatan Apik Willian

Selain keberhasilannya dalam mencetak gol kemenangan saat laga tersebut, Willian juga tampil impresif sepanjang pertandingan dan berhasil memberikan performa sebanyak tiga kali lagi sukses melewati lawan.

Gol ke gawang Lille meneruskan performa apik Willian belakangan ini. Karena pada akhir pekan lalu, Willian juga tercatat ikut turut menyumbang satu gol dalam laga kontra Brighton.

Nah menariknya, satu gol yang diciptakan Willian kali ini membuat nama pemain 31 tahun itu saat ini sudah berhasil mengoleksi sebanyak 18 gol di ajang Liga Champions, sama dengan koleksi yang bisa di capai oleh legenda asal Brasil, yang saat ini sudah berusia 39 tahun, Ronaldinho.

Liverpool Sempat Meremehkan Lawan Dan Hasil Liga Champions: 7 Gol Dan Malam Yang Menakjubkan Di Anfield

Liverpool Sempat Meremehkan Lawan Dan Hasil Liga Champions: 7 Gol Dan Malam Yang Menakjubkan Di Anfield

Memang usaha tidak pernah menghianati hasil ya. Baru-baru ini Liverpool harus bekerja keras dan bersusah payah untuk bisa meraih kemenangan atas FC Salzburg di matchday kedua Liga Champions 2019/2020. Butuh drama tujuh gol bagi pasukan Jurgen Klopp sebelum memastikan tiga poin.

Liverpool berhasil memperoleh kemenangan dengan skor 4-3 atas Salzburg pada matchday kedua Grup E Liga Champions 2019/2020, yang dilaksanakan pada hari Kamis tanggal 3 Oktober 2019 dini hari WIB. The Reds sempat unggul dengan perolehan skor 3-0 lebih dahulu.

Akan tetapi, dibabak kedua, Salzburg tidak ingin menyerah begitu saja, dan memberikan perlawanan yang sengit. Tiga gol balasan dicetak oleh tiga pemain yatiu Hwang Hee-chan, Takumi Minamino, dan Erling Haaland. Sampai skor berubah dengan cepat menjadi imbang 3-3.

Liverpool terus berusaha dan pada akhirnya Liverpool memastikan raihan tiga poin lewat gol yang dicetak oleh Mohamed Salah pada menit ke-69. Hasil ini membuat Liverpool berada di posisi kedua klasemen Grup E dengan tiga poin.

Malam Gila Di Anfield

Mantan bintang Premier League, Chris Sutton, merasakan rasa terheran-heran dengan laga yang baru saja usai tersebut antara Liverpool vs Salzburg. Kedua tim menurutnya tampil bagus. Ada hasrat besar dari kedua tim dan membuat laga berjalan luar biasa hebat. Dia pun mengakui hal tersebut.

“Malam yang luar biasa, malam gila Liga Champions lainnya di Anfield dan kedua tim memainkan peran mereka,” ucap Chris Sutton dikutip dari BBC Sport.

“Salzburg keluar tanpa rasa takut di babak kedua tetapi kebanggaan dan gairah Liverpool membuat mereka menang. Ini juga merupakan kemenangan yang penting,” sambung Chris Sutton.

Chris Sutton merasakan kekagumannya dengan performa yang ditunjukkan Salzburg. Walau akhirnya berhasil dikalahkan oleh Liverpool, performa klub asal Austria tersebut pantas diberikan acungan jempol. Sebab, mereka tampil penuh percaya diri melawan sang juara bertahan dan tetap bisa memperoleh skor yang tidak jauh dari Liverpool.

“Tidak banyak tim yang datang ke Anfield dan bermain seperti itu,” kata Chris Sutton.

Liverpool Meremehkan Lawan

Sementara itu, Chris Sutton tidak habis pikir dengan sikap Liverpool yang saat berjumpa Salzburg sempat ada beberapa yang tidak mengenakan. Dimana The Reds cukup naif ketika sudah unggul tiga gol. Kondisi itu membuat Salzburg kemudian mampu membuat skor menjadi hasil imbang 3-3. Tetapi tetap saja keberuntungan Liverpool saat itu akhirnya bisa mengalahkan Salzburg.

“Ada kurang konsentrasi, pada saat unggul 3-0, mereka puas. Mereka mengambil kaki mereka dari pedal gas dan Salzburg mengekspos mereka. Liverpool mematikan dan meremehkan lawan mereka malam ini,” kata Chris Sutton.

Lalu ada hasil lain dari Grup E, dimana Napoli mampu mencuri satu poin dari markas Genk. Hasil ini membuat Il Partenopei kini berada di puncak klasemen Grup E dengan meraih empat poin.

Liverpool Menang! Diakui Susah Payah Kalahkan Salzburg, Jurgen Klopp Tetap Bangga

Liverpool Menang! Diakui Susah Payah Kalahkan Salzburg, Jurgen Klopp Tetap Bangga

Manajer Liverpool, Jurgen Klopp menegaskan bahwa dirinya tak marah usai timnya sempat hampir gagal meraih poin penuh kala menjamu FC Salzburg, yang dilaksanakan pada hari Kamis tanggal 3 Oktober 2019 dini hari tadi.

Dalam laga ini, Liverpool sejatinya berhasil mendapatkan kemenangan dengan unggul tiga gol lebih dulu, masing-masing lewat aksi tiga pemain yang berperan didalamnya yaitu Sadio Mane, Andy Robertson, dan Mohamed Salah. Namun Salzburg tidak mau menyerah, sehingga mampu memperkecil skor berkat gol Hwang Hee-Chan.

Dan aksi Salzburg makin menggila pada awal babak kedua dengan berhasilnya mencetak dua gol, masing-masing lewat dua pemain Takumi Minamino dan Erling Braut Haaland. Dan untuk Liverpool sendiri akhirnya bisa memastikan dengan perolehan yang bisa di raih yaitu poin penuh berkat gol kedua Mohamed Salah.

Liverpool Tampil Bagus

Klopp mengakui bahwa lawannya Salzburg memang merupakan lawan yang sangat menyulitkan, jelas terlihat saat jalannya pertandingan cukup berjalan keras. Meski demikian, pria asal Jerman itu tetap senang karena pasukan The Reds menunjukkan performa impresif. Sampai akhirnya kemenangan bisa didapatkan.

“Saya tak marah. Saya melihat kami bermain sangat bagus dan mencoba kembali ke pertandingan dan mencetak gol yang sangat cantik. Anda tak harus mencetak enam atau tujuh gol,” ujar Klopp kepada BT Sport.

“Mereka tim yang bagus tapi pada 30 menit pertama kami membuat mereka sangat kesulitan dan kami bermain luar biasa. Saya mengatakan pada anak-anak bahwa mereka ingin menikmati keseluruhan malam dan mereka akan memberikan perlawanan,” tambahnya.

Tantangan Jawara Bertahan

Berstatus sebagai jawara bertahan, perjalanan Liverpool di Liga Champions musim ini ternyata tak terlalu mulus. Sebelum susah payah mengalahkan Salzburg, The Reds sebelumnya lebih dulu tercatat menyerah dari Napoli dalam laga matchday pertama.

“Saya tak melihat bahwa status kami sebagai juara adalah sebuah masalah, kami hanya membuka pintu bagi mereka untuk menguasai pertandingan,” tutur Klopp.

“Grup ini sangat sulit tapi kami menginginkan tiga poin dan sekarang persaingan menjadi terbuka,” tukasnya.

Namun dalam laga lainnya. Napoli sendiri tercatat hanya mampu bermain imbang tanpa gol ketika mengunjungi markas Genk.

Barcelona Perlahan Kembali, Dan Buat Pemain Inter Milan Ini Patah Hati

Barcelona Perlahan Kembali, Dan Buat Pemain Inter Milan Ini Patah Hati

Pemain Inter Milan berusia 22 tahun, Nicolo Barella, datang ke markas Camp Nou untuk meraih kemenangan atas Barcelona. Dirinya pun merasa kecewa karena hasil yang diraih berbanding terbalik dengan apa yang diharapkan.

Pada laga pekan kedua fase grup Liga Champions, yang digelar pada hari Kamis tanggal 3 Oktober 2019 dini hari tadi, Inter Milan sempat unggul lebih dulu melalui aksi Lautaro Martinez. Penyerang asal Argentina itu mencetak gol tiga menit setelah kick-off.

Namun sangat di sayangkan, karena performa anak asuh Antonio Conte tersebut menurun drastis pada babak kedua. Alhasil Inter Milan pun harus dijebol dengan dua kali gol oleh pemain berusia 32 tahun, Luis Suarez dan bertahan membuat kedudukan akhir menjadi 2-1 untuk kemenangan Barcelona.

Kekalahan tersebut membuat Inter terbenam di dasar klasemen Grup F dengan raihan satu poin saja. Sementara Barcelona terus menempel klub kuat asal Jerman, Borussia Dortmund, dari peringkat dua dengan raihan empat angka. Barcelona perlahan-lahan mulai menunjukkan kemajuannya.

Barella Kecewa

Hasil yang diraih oleh timnya itu membuat Barella, yang bermain selama 90 menit penuh, merasakan kekecewaan yang berat. Gelandang berkebangsaan Italia ini merasa hasil yang diraih berbanding terbalik dengan apa yang semua rekan-rekannya harapkan sebelum pertandingan digelar. Bahkan sang pelatih pun juga sempat punya keyakinan akan para pemain Barca bisa bermain penuh tanpa ada yang apsen.

“Kami datang ke sini untuk bermain, pelatih memberi tahu kami soal itu, dan kami ingin meraih kemenangan. Kami mencoba membalas setelah gol penyama kedudukan dan kebobolan menjelang akhir,” ujar Barella kepada Sky Sport Italia.

“Ini mengecewakan, namun kami masih memiliki laga besar lain yang akan datang dan akan mulai berfokus pada itu,” lanjut mantan pemain Cagliari tersebut.

Dan laga besar lainnya yang di maksud adalah laga kontra Juventus di ajang Serie A pada hari Senin tanggal 7 Oktober 2019 mendatang. Pertandingan tersebut bakalan digelar di stadion kebanggaan Nerazzurri, Giuseppe Meazza. Saat itu juga waktunya membuktikan jika Inter Milan layak menang.

Inter Menunjukkan Karakternya

Kembali ke laga kontra Barcelona, Barella melihat bahwa performa tim sebenarnya tidak bisa dikatakan buruk. Walaupun hasilnya akhirnya gagal, tapi mereka berhasil menunjukkan karakter dan sempat membuat raksasa Spanyol itu mengalami kesulitan di menit-menit awal.

“Kami telah membuktikan karakter kami dan menunjukkan performa yang kuat, namun selalu terasa mengecewakan saat kami pergi tanpa meraih poin. Kami adalah Inter, kami punya Conte di bangku cadangan, jadi kami ingin memenangkan setiap pertandingan,” tandasnya.

Performa Inter sejauh ini berbanding terbalik dengan apa yang mereka tunjukkan di ajang Serie A. Hingga pekan keenam, walaupun Nerazzurri belum pernah merasakan kekalahan ataupun hasil imbang, kini Inter sedang berada dan duduk di puncak klasemen sementara dengan raihan 18 poin.